Aku mengirimkan pesan singkat kepadanya "eh km dimana?" "aku pulang dulu ke rumah emang kenapa?" "kenapa kamu pulang?? balik lagi ke sekolah ga?" "mungkin.tergantung" "pokoknya kamu harus dateng" "emang kenapa? butuh banget kehadiran aku?" Aku pun tak membalasnya. Aku takut aku semakin gugup. Tidak ada seorangpun yang dapat menenangkanku bahkan ibuku sendiri. Semua teman temanku gugup menunggu hasil. Hanya satu orang... ya... dialah orang itu