Aku mengirimkan pesan singkat kepadanya
"eh km dimana?"
"aku pulang dulu ke rumah emang kenapa?"
"kenapa kamu pulang?? balik lagi ke sekolah ga?"
"mungkin.tergantung"
"pokoknya kamu harus dateng"
"emang kenapa? butuh banget kehadiran aku?"
Aku pun tak membalasnya.
Aku takut aku semakin gugup.
Tidak ada seorangpun yang dapat menenangkanku bahkan ibuku sendiri.
Semua teman temanku gugup menunggu hasil.
Orang yang tak peduli akan hasilnya seperti apa.
Karena sekarang ia tak butuh hasil yang aku dan oranglain tunggu
Ia hanya membutuhkan hasil dari kerja keras masa lalunya yang telah ia dapatkan sekarang.
Ia satu satunya orang yang paling tenang di sekolah itu.
"eh km dimana?"
"aku pulang dulu ke rumah emang kenapa?"
"kenapa kamu pulang?? balik lagi ke sekolah ga?"
"mungkin.tergantung"
"pokoknya kamu harus dateng"
"emang kenapa? butuh banget kehadiran aku?"
Aku pun tak membalasnya.
Aku takut aku semakin gugup.
Tidak ada seorangpun yang dapat menenangkanku bahkan ibuku sendiri.
Semua teman temanku gugup menunggu hasil.
Hanya satu orang...
ya... dialah orang itu
ya... dialah orang itu
Orang yang tak peduli akan hasilnya seperti apa.
Karena sekarang ia tak butuh hasil yang aku dan oranglain tunggu
Ia hanya membutuhkan hasil dari kerja keras masa lalunya yang telah ia dapatkan sekarang.
Ia satu satunya orang yang paling tenang di sekolah itu.
Ia pun datang dan menghampiriku~
ah..akhirnya datang juga, pikirku sedikit tenang
Ia pun duduk disampingku, aku menyenderkan kepalaku ke bahunya.
Melihat orang lain yang semakin gugup. akupun ikut gugup, ia pun berkata
"tenang aja...ga usah gugup kaya gitu"
"kamu sih enak udah tenang. Aku?? gimana kalo hasilku jelek." jawabku.
Aku terdiam. dalam benakku aku juga menjawab
"itulah sebabnya kamu harus datang"
"eh kenapa??" jawab benaknya.
---------------------------
ah..akhirnya datang juga, pikirku sedikit tenang
Ia pun duduk disampingku, aku menyenderkan kepalaku ke bahunya.
Melihat orang lain yang semakin gugup. akupun ikut gugup, ia pun berkata
"tenang aja...ga usah gugup kaya gitu"
"kamu sih enak udah tenang. Aku?? gimana kalo hasilku jelek." jawabku.
Aku terdiam. dalam benakku aku juga menjawab
"itulah sebabnya kamu harus datang"
"eh kenapa??" jawab benaknya.
---------------------------
Komentar
Posting Komentar