Aku bingung antara pilih hidup yang penuh warna atau bahagia.
Bila penuh warna, aku takut itu hanya sementara dan akan ada saat abu abu atau gelap
Tapi bila aku bahagia, hidupku belum tentu akan penuh warna.
Jadi...
Aku bingung antara hidup penuh warna bersama orang yang aku suka
atau bahagia bersama orang yang memberi perhatian lebih padaku.
Namaku Sashilea. Aku hanyalah seorang gadis yang biasa saja, tidak memiliki keunikan . Biasa dipanggil Sashi. Menurut orang hidupnya damai dan teduh.
Kecuali...
Kisah cintanya, yang ingin diceritakan isi hatinya.
ARIQ
Ariq, ya... itulah namanya. Nama yang selalu dirindukan Sashi di masa putih abu. Sashi mengenalnya karena ia pernah sekelas dengan Ariq dan bahkan dekat dengannya karena mereka sering pulang bersama. Hal yang paling Sashi sukai adalah ketika Sashi diantar pulang oleh Sashi dengan motornya. Walaupun jarak rumah mereka terpaut jauh, namun Ariq mengantarkan Sashi setiap hari. Sampai benih cinta muncul padanya. Sashi menyukainya. Tapi, setelah Sashi memutuskan untuk menyukainya, sikap Ariq berubah. Dulu Ariq baik dan selalu memberi perhatian lebih pada Sashi tapi sekarang perhatiannya pada Sashi memudar. Sashi tersaingi oleh gadis yang jauh lebih menarik darinya. Bahkan Ariq lebih akrab mengobrol dengan gadis lain dibanding dirinya.
Namun sesuatu terjadi.
Suatu hari, setelah 2 tahun lamanya Sashi pun mulai merasa lelah dan bosan dengan hubungan yang tidak pasti ini. Terutama siklus semester 2 Ariq, dimana ia akan jauh berbeda 180 derajat dari semester 1. Maka dari itu, Sashi harus bersiap siap. Dari dalam hatinya, Sashi masih menyukai Ariq dan masih berharap. Tapi... ada sesuatu yang lain.
ARJUN
Arjun... Cowok yang menurut Sashi lebih cakep dari Ariq dan merupakan sobat Ariq ini selama 2 tahun terakhir dekat dengan Sashi. Sashi dan Arjun sekelas 3 tahun berturut turut, namun kedekatan Sashi dengan Arjun baru terasa di tahun kedua.
Sebenarnya, Sashi nyaris menyukai Arjun, tapi setelah Sashi pikirkan lagi, ia tidak mungkin bersamanya karena Arjun adalah sahabat Ariq dan selalu mendukung Sashi agar tetap semangat mengejar Ariq.
Lama kelamaan perhatian yang paling banyak didapat Sashi selama ini adalah perhatian dari Arjun, bahkan Sashi pernah menemukan Arjun tengah memperhatikannyadi kelas maupun di tempat lainnya.Arjun yang selalu ada saat Sashi sedih karena Ariq, Arjun yang selalu ada saat Sashi dalam kondisi yang tidak baik baik saja. Hanya ada satu hal yang Sashi tidak suka dari Arjun adalah sifat keras kepalanya yang kadang membuat Sashi debat dengannya. Kadang lelah juga punya teman seperti Arjun, tapi Sashi juga bahagia bisa berteman dengannya.
SATU WAKTU
Satu waktu pernah Sashi, Ariq, Arjun dan teman teman Sashi lainnya berjalan bersama. Sashi perempuan sendiri di kumpulan itu. Lalu saat itu, sashi pergi ke toilet. Melihat toilet mall yang saat itu sangat penuh, Sashi berpikir kalau cowok cowok pasti meninggalkannya. Saat Sashi keluar dari toilet, memang benar cowok cowok telah pergi. Namun ternyata Sashi melihat ada satu orang yang masih menunggunya. Dan orang itu adalah...
"Arjun... Kamu masih disini? Yang lain mana? Bukannya kamu bareng mereka?" Tanya Sashi
"Iya... Tadinya sih bareng, tapi pas tau kamu ngga ada, aku balik lagi kesini nungguin kamu" Jawab Arjun
Sashi hanya bisa terdiam, takjub dan sedikit merona.
"Hoo gitu... Yuk sekarang kita cari mereka"
Sashi dan Arjun pun mencari kaewan kawan yang lain.
Dalam hati, Sashi dilema dan berpikir 'Kenapa yang menungguku Arjun bukan Ariq? Bahkan disaat aku ingin perhatian Ariq, yang kudapat adalah perhatian Arjun'
KESAL
"Aku kesal.. Sungguh kesal!" Itu yang Sashi ucapkan hari ini. Sashi kesal pada Arjun
"Aku kesal.. Sungguh kesal!" Itu yang Sashi ucapkan hari ini. Sashi kesal pada Arjun
"Kenapa sih jadi orang kritis banget, emangnya mau jadi kritikus?"
Kekritisan Arjun membuat presentasi teman teman Sashi terganggu. Arjun merusak presentasi Sashi. Padahal Sashi sudah bilang sesi pertanyaan di akhir, tapi tetap saja ia bertanya di tengah tengah. Kalo kami tidak menggubrisnya, Arjun ngedumel sendiri. Lelah memang punya teman seperti Arjun.
Sashi pun menceritakan hal ini ke Ariq.
Waktupun berlalu, entah kenapa hari ini Ariq mengajak Sashi pulang bareng lagi. Apakah ada sesuatu?
Sashi bergumam dalam hati
'Kenapa dia mengajakku pulang saat aku sedang kesal ke Arjun? Apakah dia memanfaatkan kondisiku? Tapi biarlah, aku senang Ariq mengajakku lagi'
HUJAN
Akhirnya musim hujan pun tiba.
Akhirnya musim hujan pun tiba.
Hari ini, setelah pulang kerja kelompok. Sashi, Arjun, Asha, dan Ratu pulang bersama. Saat itu, hujan turun. Diantara kami berempat, yang membawa payung hanya Arjun dan Asha. Maka secara sepihak, sashi memutuskan
"Oke, Ratu payungan dengan Asha, aku payungan sama Arjun."
Mereka pun mengangguk setuju.
Di jalan, Sashi dipayungi Arjun. Di dalam hati Sashi bergumam
Yah... inikan hujan pertama, kenapa aku payungan sama Arjun bukan sama Ariq? Arjun lagi... Padahal aku pengen hujan pertama ini, payungannya sama Ariq, bukan sama Arjun. Tapi gapapa lah...
Sepanjang jalan, Sashi terus berkata begitu dalam hati, diselingi keisengan Arjun yang sengaja memainkan payungnya agar Sashi terkena air hujan.
Di tengah keisengan itu, tiba tiba Arjun diam dan berkata.
"Maaf ya.. Sepayungnya sama aku bukan sama Ariq"
Sontak Sashi pun kaget
"Hee... kamu dikasih tau sama orang ya aku suka payungan sama Ariq kalo hujan?" Tanya Sashi
"Ngga kok, tau sendiri. Nyadar diri aja" Jawabnya.
"Tau gak Jun, sebenernya dari awal kamu mayungin aku sampe sekarang. Aku mikir gitu. Mikir kenapa aku payungannya jadi sama Arjun" Cerita Sashi padanya.
Lalu kami pun saling tertawa dan lanjut mengobrol sambil jalan.
"Tapi gapapa kok Jun, aku gapapa hujan pertama sepayung sama kamu juga"
Kami pun menunggu angkot dibawah payung yang sama sambil mengibrol dalam waktu yang cukup lama.
*Arjun sebenarnya tidak menunggu angkot seperti Sashi, dia hanya memayungi Sashi sampai Sashi naik angkot.
Selasa, 22 Desember 2015
Akhirnya Sashi menyatakan suka pada Ariq. Sejak awal ternyata Ariq sudah tahu kalau Sashi menyukai Ariq namun ternyata Ariq tak menyukai Sashi, dia hanya menyayanginya sebagai teman, tidak lebih.
Cinta Sashi bertepuk sebelah tangan.
Namun Sashi tidak begitu terkejut, karena ia sudah mengiranya sejak awal dan ia siap dengan segala konsekuensi nya.
TAHUN BARU
Selamat tahun baru 2016!!
Di tahun yang beda ini, mungkin akan ada sesuatu yang berbeda baik dariku, maupun darimu. Seperti tahun tahun sebelumnya. Seolah seperti tak ada yang terjadi.
Riq... Aku tak pernah bisa membayangkan seperti apa jika aku ada dalam posisimu. Maaf aku tak pernah bisa mengerti, aku tak tahu seperti apaa perasaanmu menghadapi ini. Apakah kamu takut?marah?lelah?terganggu?. Tapi yang aku tahu selama ini adalah kamu mungkin akan cuek, tak peduli apapun yang terjadi. Kamu tahu? Kadang aku iri jika ada cewek lain yang selalu deket sama kamu.
Haduh berat memang, tapi itu hal kamu. Lucunya sampe suatu hati, seorang cewek teman sekelasmu sampai ada yang datang ke kelasku hanya untuk meminta maaf kepadaku karena dia merasa telah membuatku cemburu. Tau darimana coba...
Riq.. aku jadi berfikir, apa aku salah menyataan perasaanku ke kamu waktu itu?
Ya... saat kelas 10 sih inginnya aku menyatakan itu saat kita prom, tapi seseorang bilang itu jika aku bisa meyakinkan diriku aku masih bisa ketemu kamu saat itu. Waktu siapa, yang tahu, karena aku ngga yakin bisa ketemu kamu lagi nanti. Jadi aku selalu mencari waktu yang pas, jika kamu tak dapat menyatakannya.
Aku ingin kita menjdi teman biasa saja tanpa ada perasaan. Memang sulit, tapi akan terus kucoba.
Riq...Saat aku mengirim surat ini. Aku bingung, karena dalam hati aku masih ingin dekat denganmu, tapi di satu sisi aku juga ingin jauh darimu. Labil memang. Susah sih.. ngelupain kamu yang suka cuek dan emot sipit yang suka kamu kirim. Walau begitu, kamu masih jadi teman pulangku yang baik Riq.
Selamat tahun baru Ariq!
Teman pulangmu,
Sashilea
(Surat tahun baru Sashi untuk Ariq)
CINTA
Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan,
CINTA
Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan,
Kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati,
Kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
-Sashi yang sedang mencari arti cinta.
KEMBALI
"Aku ingin kembali... namun aku takut aku tak bisa kembali"
Sashi saat ini merasa rindu dengan kawan kawannya, terutama Ariq dan Arjun.
Apakah Sashi bisa kembali bersama mereka?
HIDUP
Hidup itu ngga bisa lurus terus kayak jl. Bypass, padahal mo jalan lurus aja dah ribet apalagi ini, eh malah dibelokin. Yasudahlah... hidup itu mengalir saja, mengikuti takdir dan menerima apapun yang terjadi.
RINDU
Inilah hidup, segala sesuatunya datang dan pergi. Seharusnya kita bersyukur Tuhan telah merpertemukan kita, memberikan kenangan indah daripada tidak sama sekali.
Setelah lulus, semua berpencar dan berpisah. Entah bagaimana kondisi masing masing disana. Apakah kami bisa bertemu lagi? Mungkin bisa...
HIDUP
Hidup itu ngga bisa lurus terus kayak jl. Bypass, padahal mo jalan lurus aja dah ribet apalagi ini, eh malah dibelokin. Yasudahlah... hidup itu mengalir saja, mengikuti takdir dan menerima apapun yang terjadi.
RINDU
Inilah hidup, segala sesuatunya datang dan pergi. Seharusnya kita bersyukur Tuhan telah merpertemukan kita, memberikan kenangan indah daripada tidak sama sekali.
Setelah lulus, semua berpencar dan berpisah. Entah bagaimana kondisi masing masing disana. Apakah kami bisa bertemu lagi? Mungkin bisa...
EPILOG
Itulah sekeping kisah hati Sashilea saat masa putih abu. Sekarang Sashilea sudah beranjak dewasa mencari cintanya yang baru di bangku perkuliahan.
Itulah sekeping kisah hati Sashilea saat masa putih abu. Sekarang Sashilea sudah beranjak dewasa mencari cintanya yang baru di bangku perkuliahan.
Segala kisah cinta memang suatu enigma yang sulit ditebak bagaimana akhirnya.

Allah doesn't let the Ariq-Sashilea or Arjun-Sashilea ships sailing ⛵🌊
BalasHapusBut here you are, now, with Alexander (let's call him Alex), for eternity (Aamiin).
Do you happy and feel blessed that Alex is your husband now? I hope your life is colorful and always be 🥰
May Allah bless your family with a lot of hapiness 🥰