Langsung ke konten utama

CERPEN: Sashilea (Part 1- Masa Putih Abu)

Aku bingung antara pilih hidup yang penuh warna atau bahagia.
Bila penuh warna, aku takut itu hanya sementara dan akan ada saat abu abu atau gelap
Tapi bila aku bahagia, hidupku belum tentu akan penuh warna.
Jadi...
Aku bingung antara hidup penuh warna bersama orang yang aku suka 
atau bahagia bersama orang yang memberi perhatian lebih padaku.

PROLOG
Namaku Sashilea. Aku hanyalah seorang gadis yang biasa saja, tidak memiliki keunikan . Biasa dipanggil Sashi. Menurut orang hidupnya damai dan teduh.
Kecuali...
Kisah cintanya, yang ingin diceritakan isi hatinya.

ARIQ
Ariq, ya... itulah namanya. Nama yang selalu dirindukan Sashi di masa putih abu. Sashi mengenalnya karena ia pernah sekelas dengan Ariq dan bahkan dekat dengannya karena mereka sering pulang bersama. Hal yang paling Sashi sukai adalah ketika Sashi diantar pulang oleh Sashi dengan motornya. Walaupun jarak rumah mereka terpaut jauh, namun Ariq mengantarkan Sashi setiap hari. Sampai benih cinta muncul padanya. Sashi menyukainya. Tapi, setelah Sashi memutuskan untuk menyukainya, sikap Ariq berubah. Dulu Ariq baik dan selalu memberi perhatian lebih pada Sashi tapi sekarang perhatiannya pada Sashi memudar. Sashi tersaingi oleh gadis yang jauh lebih menarik darinya. Bahkan Ariq lebih akrab mengobrol dengan gadis lain dibanding dirinya.
Namun sesuatu terjadi.
Suatu hari, setelah 2 tahun lamanya Sashi pun mulai merasa lelah dan bosan dengan hubungan yang tidak pasti ini. Terutama siklus semester 2 Ariq, dimana ia akan jauh berbeda 180 derajat dari semester 1. Maka dari itu, Sashi harus bersiap siap. Dari dalam hatinya, Sashi masih menyukai Ariq dan masih berharap. Tapi... ada sesuatu yang lain.

ARJUN
Arjun... Cowok yang menurut Sashi lebih cakep dari Ariq dan merupakan sobat Ariq ini selama 2 tahun terakhir dekat dengan Sashi. Sashi dan Arjun sekelas 3 tahun berturut turut, namun kedekatan Sashi dengan Arjun baru terasa di tahun kedua.
Sebenarnya, Sashi nyaris menyukai Arjun, tapi setelah Sashi pikirkan lagi, ia tidak mungkin bersamanya karena Arjun adalah sahabat Ariq dan selalu mendukung Sashi agar tetap semangat mengejar Ariq.
Lama kelamaan perhatian yang paling banyak didapat Sashi selama ini adalah perhatian dari Arjun, bahkan Sashi pernah menemukan Arjun tengah memperhatikannyadi kelas maupun di tempat lainnya.Arjun yang selalu ada saat Sashi sedih karena Ariq, Arjun yang selalu ada saat Sashi dalam kondisi yang tidak baik baik saja. Hanya ada satu hal yang Sashi tidak suka dari Arjun adalah sifat keras kepalanya yang kadang membuat Sashi debat dengannya. Kadang lelah juga punya teman seperti Arjun, tapi Sashi juga bahagia bisa berteman dengannya.

SATU WAKTU
Satu waktu pernah Sashi, Ariq, Arjun dan teman teman Sashi lainnya berjalan bersama. Sashi perempuan sendiri di kumpulan itu. Lalu saat itu, sashi pergi ke toilet. Melihat toilet mall yang saat itu sangat penuh, Sashi berpikir kalau cowok cowok pasti meninggalkannya. Saat Sashi keluar dari toilet, memang benar cowok cowok telah pergi. Namun ternyata Sashi melihat ada satu orang yang masih menunggunya. Dan orang itu adalah...
"Arjun... Kamu masih disini? Yang lain mana? Bukannya kamu bareng mereka?" Tanya Sashi
"Iya... Tadinya sih bareng, tapi pas tau kamu ngga ada, aku balik lagi kesini nungguin kamu" Jawab Arjun
Sashi hanya bisa terdiam, takjub dan sedikit merona.
"Hoo gitu... Yuk sekarang kita cari mereka"
Sashi dan Arjun pun mencari kaewan kawan yang lain.
Dalam hati, Sashi dilema dan berpikir 'Kenapa yang menungguku Arjun bukan Ariq? Bahkan disaat aku ingin perhatian Ariq, yang kudapat adalah perhatian Arjun'

KESAL
"Aku kesal.. Sungguh kesal!" Itu yang Sashi ucapkan hari ini. Sashi kesal pada Arjun
"Kenapa sih jadi orang kritis banget, emangnya mau jadi kritikus?"
Kekritisan Arjun membuat presentasi teman teman Sashi terganggu. Arjun merusak presentasi Sashi. Padahal Sashi sudah bilang sesi pertanyaan di akhir, tapi tetap saja ia bertanya di tengah tengah. Kalo kami tidak menggubrisnya, Arjun ngedumel sendiri. Lelah memang punya teman seperti Arjun.
Sashi pun menceritakan hal ini ke Ariq.
Waktupun berlalu, entah kenapa hari ini Ariq mengajak Sashi pulang bareng lagi. Apakah ada sesuatu?
Sashi bergumam dalam hati
'Kenapa dia mengajakku pulang saat aku sedang kesal ke Arjun? Apakah dia memanfaatkan kondisiku? Tapi biarlah, aku senang Ariq mengajakku lagi'

HUJAN
Akhirnya musim hujan pun tiba.
Hari ini, setelah pulang kerja kelompok. Sashi, Arjun, Asha, dan Ratu pulang bersama. Saat itu, hujan turun. Diantara kami berempat, yang membawa payung hanya Arjun dan Asha. Maka secara sepihak, sashi memutuskan
"Oke, Ratu payungan dengan Asha, aku payungan sama Arjun."
Mereka pun mengangguk setuju.
Di jalan, Sashi dipayungi Arjun. Di dalam hati Sashi bergumam
Yah... inikan hujan pertama, kenapa aku payungan sama Arjun bukan sama Ariq? Arjun lagi... Padahal aku pengen hujan pertama ini, payungannya sama Ariq, bukan sama Arjun. Tapi gapapa lah...
Sepanjang jalan, Sashi terus berkata begitu dalam hati, diselingi keisengan Arjun yang sengaja memainkan payungnya agar Sashi terkena air hujan.
Di tengah keisengan itu, tiba tiba Arjun diam dan berkata.
"Maaf ya.. Sepayungnya sama aku bukan sama Ariq"
Sontak Sashi pun kaget
"Hee... kamu dikasih tau sama orang ya aku suka payungan sama Ariq kalo hujan?" Tanya Sashi
"Ngga kok, tau sendiri. Nyadar diri aja" Jawabnya.
"Tau gak Jun, sebenernya dari awal kamu mayungin aku sampe sekarang. Aku mikir gitu. Mikir kenapa aku payungannya jadi sama Arjun" Cerita Sashi padanya.
Lalu kami pun saling tertawa dan lanjut mengobrol sambil jalan.
"Tapi gapapa kok Jun, aku gapapa hujan pertama sepayung sama kamu juga"
Kami pun menunggu angkot dibawah payung yang sama sambil mengibrol dalam waktu yang cukup lama.


*Arjun sebenarnya tidak menunggu angkot seperti Sashi, dia hanya memayungi Sashi sampai Sashi naik angkot.

AKHIRNYA KUKATAKAN JUGA
Selasa, 22 Desember 2015
Akhirnya Sashi menyatakan suka pada Ariq. Sejak awal ternyata Ariq sudah tahu kalau Sashi menyukai Ariq namun ternyata Ariq tak menyukai Sashi, dia hanya menyayanginya sebagai teman, tidak lebih.
Cinta Sashi bertepuk sebelah tangan.
Namun Sashi tidak begitu terkejut, karena ia sudah mengiranya sejak awal dan ia siap dengan segala konsekuensi nya.

TAHUN BARU
Selamat tahun baru 2016!!
Di tahun yang beda ini, mungkin akan ada sesuatu yang berbeda baik dariku, maupun darimu. Seperti tahun tahun sebelumnya. Seolah seperti tak ada yang terjadi.
Riq... Aku tak pernah bisa membayangkan seperti apa jika aku ada dalam posisimu. Maaf aku tak pernah bisa mengerti, aku tak tahu seperti apaa perasaanmu menghadapi ini. Apakah kamu takut?marah?lelah?terganggu?. Tapi yang aku tahu selama ini adalah kamu mungkin akan cuek, tak peduli apapun yang terjadi. Kamu tahu? Kadang aku iri jika ada cewek lain yang selalu deket sama kamu. 
Haduh berat memang, tapi itu hal kamu. Lucunya sampe suatu hati, seorang cewek teman sekelasmu sampai ada yang datang ke kelasku hanya untuk meminta  maaf kepadaku karena dia merasa telah membuatku cemburu. Tau darimana coba...

Riq.. aku jadi berfikir, apa aku salah menyataan perasaanku ke kamu waktu itu?
Ya... saat kelas 10 sih inginnya aku menyatakan itu saat kita prom, tapi seseorang bilang itu jika aku bisa meyakinkan diriku aku masih bisa ketemu kamu saat itu. Waktu siapa, yang tahu, karena aku ngga yakin bisa ketemu kamu lagi nanti. Jadi aku selalu mencari waktu yang pas, jika kamu tak dapat menyatakannya.

Aku ingin kita menjdi teman biasa saja tanpa ada perasaan. Memang sulit, tapi akan terus kucoba.

Riq...Saat aku mengirim surat ini. Aku bingung, karena dalam hati aku masih ingin dekat denganmu, tapi di satu sisi aku juga ingin jauh darimu. Labil memang. Susah sih.. ngelupain kamu yang suka cuek dan emot sipit yang suka kamu kirim.  Walau begitu, kamu masih jadi teman pulangku yang baik Riq.
Selamat tahun baru Ariq!

Teman pulangmu,



Sashilea

(Surat tahun baru Sashi untuk Ariq)

CINTA
Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan,
Kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati,
Kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

-Sashi yang sedang mencari arti cinta.

KEMBALI
"Aku ingin kembali... namun aku takut aku tak bisa kembali"
Sashi saat ini merasa rindu dengan kawan kawannya, terutama Ariq dan Arjun.
Apakah Sashi bisa kembali bersama mereka?

HIDUP
Hidup itu ngga bisa lurus terus kayak jl. Bypass, padahal mo jalan lurus aja dah ribet apalagi ini, eh malah dibelokin. Yasudahlah... hidup itu mengalir saja, mengikuti takdir dan menerima apapun yang terjadi.

RINDU
Inilah hidup, segala sesuatunya datang dan pergi. Seharusnya kita bersyukur Tuhan telah merpertemukan kita, memberikan kenangan indah daripada tidak sama sekali.
Setelah lulus, semua berpencar dan berpisah. Entah bagaimana kondisi masing masing disana. Apakah kami bisa bertemu lagi? Mungkin bisa...

EPILOG
Itulah sekeping kisah hati Sashilea saat masa putih abu. Sekarang Sashilea sudah beranjak dewasa mencari cintanya yang baru di bangku perkuliahan.
Segala kisah cinta memang suatu enigma yang sulit ditebak bagaimana akhirnya. 

Komentar

  1. Allah doesn't let the Ariq-Sashilea or Arjun-Sashilea ships sailing ⛵🌊
    But here you are, now, with Alexander (let's call him Alex), for eternity (Aamiin).
    Do you happy and feel blessed that Alex is your husband now? I hope your life is colorful and always be 🥰
    May Allah bless your family with a lot of hapiness 🥰

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai ngeblog lagi deh...

Setelah sekian lama gatau kenapa jadi pengen ngeblog lagi, bosen sih sosmed mulu. Males buat nulis panjang dan nyeritain banyak hal di sosmed, gak kaya di blog. Yaaa... entah kenapa kalo di blog lebih luas aja dan mungkin aku jadi semangat ngeblog gara gara abis liatin blog orang lain juga hehehe. Sekian~ Tunggu postingan terbaru dari bawah langit selanjutnya yaaa... Semoga bikin enigma untuk kalian.

My decision

Saat itu... kami menjadi teman dekat kami selalu pulang bersama walaupun dia hanya sampai seperdelapan jalan tapi aku senang bisa pulang bersamanya dia pun mulai memanggilku dengan panggilan baru " Ia " itulah panggilanku darinya ntah kenapa aku begitu senang mendapat panggilan itu walaupun aku tau itu panggilan saat aku kecil. Di kelas kami kadang menonton anime bersama kami pun selalu jadi teman satu kelompok. Dia selalu menungguku dengan sepenuh hati walaupun aku tak minta Dia selalu mendengarkan masalah apapun yang menimpaku di kelas aku berfikir aku ingin selalu bersamanya,aku nyaman dengannya sampai satu hari aku memutuskan ..... aku menyukainya

SHARING: Menjadi Local Volunteer (di Malala Project)

Aku pengen sharing tentang pengalamanku menjadi Local Volunteer di Malala Project AIESEC Bandung setelah banyak pertanyaan yang masuk kayak. "Kok bisa sih bareng bareng bule?" "Kok bisa sih ikut projek itu?Bareng bareng orang luar negeri. Gimana caranya?". Naah... karena itu, jadi kuingin sharing aja pengalaman pengalamanku disini. Check it out~ Apa itu AIESEC? AIESEC adalah organisasi pemuda internasional, non political, non profit dan independen yang telah berada di 126 negara dengan fokus pengembangan potensi kepemimpinan anak muda baik melalui pengalaman organisasi maupun dalam memberikan pengalaman sukarelawan (Volunteering) dan magang ke luar negeri. Di Indonesia, ada banyak cabang AIESEC. Nah, karena aku di Bandung, jadi project yang aku ikuti diadakan oleh AIESEC Bandung. Kece banget kaan~ Next! Apa itu  Malala Project ? Malala Project itu salahsatu Project yang diadakan oleh AIESEC Bandung. Beberapa Project yang diadain sama AIESEC Bandung: -...

my first english creation

Tour to Dufan             Two weeks ago,my sister,my family and I went to Dufan.I went from my house at 5.30 a.m to a Industry area because that are became a stopped place tour bus. We went to dufan by tour bus.There was 20 busses. I got sit on Bus no 10 and I sat in 15 th chair with my cousin.             First our tripped, We entered to Cileunyi toll, give breakfast than we rest in Rest Area KM 97. We were continued our trip. We arrived in Sea World at 9.45 a.m. We ran to 4 Dimension place for watched film of 4D cause it was my first purpose. I wasn’t calm because in advertisement there was a instresting film about adventure of turtle,but the film played, that was Dora the explorer, mmm…. My cousin and I was so dissappointed. This film played about 9 minutes. After that, we took a picture,see dolphin action and went to mosque to middle prayer.     ...

MOMENT: Malala Project Winter

Jadi aku pengen berbagi moment aku setahun yang lalu di Januari 2018. Jadi tepat setahun yang lalu, aku jadi Local Volunteer  di Malala Project Winter AIESEC Bandung. Malala Project Winter Participant Nah aku pengen kenalin nih dari Exchange Participannya dulu (Baca: Bule bulenya) Milena Ribeiro (Brazil) Milena Ribeiro, biasa dipanggil Mi. Perempuan cantik asal kota Amparo, Sao Pulo, Brazil. Milena belum pernah ke luar negeri sebelumnya. Ini merupakan pengalaman pertamanya ke luar negeri, dia harus melewati banyak negara untuk menuju Indonesia. Milena tidak terlalu lancar berbahasa inggris, tapi menurutku jadinya enak sih saat mengobrol denganku yang tak terlalu lancar juga. Setidaknya dengan bahasa inggris, kami masih bisa berbagi tertawa bersama. Teringat aku saat Milena tiba di Indonesia, Aku yang merupakan local volunteernya Milena, cukup khawatir sejak tengah malam karena inggris Milena yang tak begitu lancar dan ia akan tiba di Jakarta pukul 1 dini hari, tapi t...

Terjebak Dalam Bingkai Matematika dan Fisika

Hari ini, aku pulang sendiri kunaiki angkot kuning itu, dan kuputar lagu lewat headsetku aku pun tertidur, tapi masih bisa mendengar lagu apa yang sedang diputar terdengar suatu lagu soundtrack anime Angel Beats Ichiban No Takaramono (Yui version) yang artinya hartaku yang berharga sekejap lagu itu membuatku ingat sesuatu bingkai matematika.... iya... bingkai itu yang biasanya menemaniku pulang tapi tidak hari ini. Aku ingat saat pertama kali kutemukan bingkai itu di suatu kelas Aku ingat saat pertama kali bingkai itu memanggilku dengan panggilan baru Aku ingat saat pertama kali aku menamparnya dalam drama Aku ingat saat pertama kali aku kagum dengannya Aku ingat saat pertama kali aku kecewa olehnya Tapi aku tak ingat kapan pertama kali aku mulai memikirkannya

Cerita Tentang Kouhaiku

Aku ingin menceritakan cerita singkat yang terjadi saat aku kelas 2 SMA, saat itu merupakan tahun pertamaku menjadi seorang senpai (kakak kelas). Ya... aku senang akhirnya menjadi senpai dan memiliki kouhai (adik kelas). Pada satu waktu, aku seperti biasa bercengkrama di ruang eskul, menghabiskan waktu disana. beberapa jam berlalu sampai kebetulan juga saat itu hanya ada aku dan kouhaiku saja, Rifqi. Kami pun mengobrol dengan serunya sebagaimana senpai dan kouhai. Hari mulai senja, kami memutuskan untuk pulang. Saat itu, ketika aku tengah mengunci ruang eskul, tiba tiba saja kouhaiku berkata kepadaku "Senpai...daisuki"  Sejenak aku terdiam dan refleks ku menjawab. "Mm, arigatou" sambil tersenyum. Saat itu yang kupikirkan adalah kouhaiku menyukaiku hanya sebagai senpainya, tidak lebih. Setelah itu, kami pun berjalan menuju gerbang sekolah dan pulang menuju rumah masing masing. Sekarang aku teringat lagi hal itu dan mulai berpikir tentang apa yang kouhai...

Maafkan aku... Musim hujan

Aku senang musim hujan kembali (padahal tahun kemarin aku begitu membencinya) Tahun ini berbeda Tahun ini jadi lebih baik dari tahun sebelumnya Aku senang kau datang, hujan... Tapi, maafkan aku... Angin dingin dan air yang kau jatuhkan ini bukan yang sebenarnya aku tunggu Maafkan aku musim hujan, Aku menantimu bukan karena aku suka rintik hujan yang kau miliki, tapi aku menantimu karena aku suka satu momen saat kau turun. Momen berjalan dibawah satu payung... bersamanya...             Begitu hangat dan bahagia                                                                                                       sumber gambar: arazzahraaa.deviantart.com Terimakasih hujan... Akhirnya aku...

Itulah Sebabnya Kamu Harus Datang

Aku mengirimkan pesan singkat kepadanya "eh km dimana?" "aku pulang dulu ke rumah emang kenapa?" "kenapa kamu pulang?? balik lagi ke sekolah ga?" "mungkin.tergantung" "pokoknya kamu harus dateng" "emang kenapa? butuh banget kehadiran aku?" Aku pun tak membalasnya. Aku takut aku semakin gugup. Tidak ada seorangpun yang dapat menenangkanku bahkan ibuku sendiri. Semua teman temanku gugup menunggu hasil. Hanya satu orang... ya... dialah orang itu