Aku pengen sharing tentang pengalamanku menjadi Local Volunteer di Malala Project AIESEC Bandung setelah banyak pertanyaan yang masuk kayak.
"Kok bisa sih bareng bareng bule?"
"Kok bisa sih ikut projek itu?Bareng bareng orang luar negeri. Gimana caranya?".
Naah... karena itu, jadi kuingin sharing aja pengalaman pengalamanku disini.
Check it out~
Apa itu AIESEC?
AIESEC adalah organisasi pemuda internasional, non political, non profit dan independen yang telah berada di 126 negara dengan fokus pengembangan potensi kepemimpinan anak muda baik melalui pengalaman organisasi maupun dalam memberikan pengalaman sukarelawan (Volunteering) dan magang ke luar negeri. Di Indonesia, ada banyak cabang AIESEC. Nah, karena aku di Bandung, jadi project yang aku ikuti diadakan oleh AIESEC Bandung.
Kece banget kaan~ Next!
Apa itu Malala Project?
Malala Project itu salahsatu Project yang diadakan oleh AIESEC Bandung. Beberapa Project yang diadain sama AIESEC Bandung:
- Malala yang bergerak di bidang pendidikan
- IGreen yang bergerak di bidang lingkungan (Dibuka dalam 2 Gelombang)
- Social Entrepreneur yang bergerak di bidang kewirausahaan (Dibuka dalam 2 Gelombang)
- ICare For Disabled yang bergerak di bidang difabilitas
- Impacting yang bergerak di bidang kesehatan
- Sampurasun Culture and Entrepreneurship yang bergerak di bidang seni dan kebudayaan.
Nah project poject inituh biasanya diadain selama 6 minggu dan setahun tuh ada 2 musim, di Winter Project (Desember-Februari) dan Summer Project (Juni-Agustus). Beberapa Project pun ada yang dibuka dalam dua gelombang (First wave & Second wave) setiap musimnya, seperti IGreen dan Social Entrepreneurship. Namun kadang ngga semua project dibuka tiap musim, bergantung pihak AIESEC nya.
Waktu itu kupilih Malala karena emang passion aku yang bergerak di bidang pendidikan, dan alhamdulillah aku jadi Local Volunteer Malala Project.
Apa itu Local Volunteer?
"Local Volunteer (LV) provides a national experience with an international environment. Being a LV for AIESEC in Bandung projects allows youth to be a volunteer in a projet which addresses one of the SDGs for 6 to 8 weeks, alongside AIESEC in Bandung Global Volunteer perticipant"
Local Volunteer atau biasa disingkat LV ini merupakan suatu posisi dimana kita menjadi teman/buddy untuk Exchange Participant atau EP (baca: Orang luar negerinya) selama menjalani project dari AIESEC. Biasanya seorang LV dipasangkan dengan satu atau dua orang EP. Kalau aku sih waktu winter dipasangkan dengan seorang EP asal Brazil, dan pas summer aku dipasangkan dengan 2 EP asal Meksiko dan China.
Biasanya 1 project ada lebih dari 2 EP dan jumlah LV mengikuti jumlah EP. Waktu Malala winter project EP nya ada 7 jadi LV nya ada 5, trus pas Malala summer EP nya ada 30, jadi LV nya ada 15.
Gimana caranya jadi Local Volunteer?
1. Cari info tentang pendaftaran Local Volunteer ke anak anak AIESEC atau yang pernah menjadi Local Volunteer sebelumnya. Biasanya pendaftaran Local Volunteer dishare dulu secara internal di grup Local Volunteer sebelumnya sebelum di share di grup AIESEC.
2. Isi form pendaftaran yang dibuat, biasanya dibuka selama 2 minggu dan dengan bahasa inggris. Usahain jawabnya pake inggris juga, tapi kalo mau pake bahasa indonesia pun gapapa kok.
Waktu jamanku daftar, form biasanya berisi:
- Full Name
- University
- LINE ID
- Why do you want to be a Local Volunteer?
- What is your expectation on becoming a Local Volunteer
- First project preference (Pilihan ke-1 projek)
- Second project preference (Pilihan ke-2 projek)
Tips:
a. Isi benar benar sesuai identitas kalian ya.. terutama Line Id, agar setelah kalian isi form segera diinvite ke grup Local Volunteer.
b. Perhatikan projek yang dibuka dan tanggal projek nya dengan seksama. Terutama projek yang dekat dekat dengan hari besar. Kayak waktu summer projek diadakan tepat H+2 setelah lebaran. Nah.. kalo misalkan kalian ngga merhatiin tanggalnya, bisa bisa kalian masih mudik dan ngga maksimal deh jadi local volunteernya. Kuberi contoh tanggal yang pas summer projek di opsi 'project preference' buat gambaran
- Social Entrepreneur 1st wave (18 june-31 July 2018)
- Social Entrepreneur 2nd wave (9 july-21 August 2018)
- I- Green 1st wave (18 june-31 July 2018)
- I- Green 2nd wave (9 july-21 August 2018)
- Malala (18 june-31 July 2018)
- ICare For Disabled (9 july-21 August 2018)
- Sampurasun Culture and Entrepreneurship (18 june-31 July 2018)
Kalo di winter project waktu itu Malala mulainya dari 15 Januari 2018 sampai 27 Februari 2018.
Biasanya Exchange Participant di summer project lebih banyak dari winter projek dan Exchange Participant di 1st wave lebih banyak dari yang 2nd wave.
3. Setelah pengisian form, biasanya akan dibuat grup line Local Volunteer beberapa hari setelah penutupan pendaftaran. Di grup itu nanti akan diberitahui jadwal infosession dan interview Local Volunteer. Perhatiin waktu dan tempat infosession dan interviewnya. Kalo aku sih dulu waktunya: Winter project: Minggu 12 november 2017 di Loop Station*
Summer project: Minggu 13 Mei 2017 di Loop Station*
*Waktu dan tempat bisa aja berubah setiap tahun tergantung kepengurusan AIESEC Bandung saat itu.
4. Jangan lupa konfirmasi kehadiran untuk infosession dan interview. Kalau memang tidak bisa di tanggal yang ditentukan, bilang saja ke CPnya karena biasanya selalu dibuka infosession dan interview susulan.
5. Datang ke infosession dan interview tepat waktu. Biasanya infosession dan interview ini dilaksanain di waktu dan tempat yang sama.
Infosession: Berisi info tentang AIESEC, SDGs, Pengenalan tentang Local Volunteer, projek apa yang dibuka di musim itu dan pengenalan projek dan Certification Task (Buat weekly report, kirim 3 best photos & short video, buat shortstory. Tapi tiap tahun beda sih Certification Tasknya). Di Infosession ini kalian juga bisa tanya tanya tentang detail projek, jumlah Exchange Participant biar bisa merkirain kira kira berapa jumlah Local Volunteer yang bakal diterima di project tersebut dll.
Interview: Biasanya interview nya dalam bahasa inggris dan kalau bisa jawabnya juga pake bahasa inggris, tapip pake bahasa indonesia juga gapapa kok tapi ya.. usahain pake bahasa inggris. Ngga tau sih penilaiannya gimana, tapi kayaknya kelancaran dalam bahasa inggris ngga begitu dinilai buktinya waktu itu pas interview inggrisku agak terbata bata dan ada campur bahasa indonesianya alhamdulillah keterima jadi Local Volunteer dua kali wkwkwk. Mungkin yang penting dari jawabannya sih. Beberapa pertanyaan interview yang aku ingat:
1. Introduce yourself with full name and your university
2. Why do you want to be a Local Volunteer?
3. What is your expectation on becoming a Local Volunteer?
4. What is your first choice of project and why you chose that project?
5. What is your innovation for that project?
6. Apakah kamu memiliki kendaraan sendiri?
7. Apakah kamu bersedia membayar Rp. 150.000 bila diterima sebagai Local Volunteer nanti?
ket: Rp 150.000 itu buat bayar Incoming Preparation Seminar dan Awarding Night. Gatau sih sekarang berapa, tapi waktu aku ikut 2 musim project biaya nya tetap segitu.
6. Setelah beres interview, tinggal tunggu deh pengumuman lolos atau ngganya. Biasanya diumumin kukrang lebih seminggu setelah interview. Pengumumannya kadang lewat email kadang lewat Grup LV dan kadang lewat Official Account Line AIESEC Bandung.
7. Kalo misalkan ngga diterima gapapa, jangan berkecil hati, bisa dicoba lagi musim depan atau bisa jadi Host Family (Keluarga yang menjadi tempat tinggal sementara Exchange Participant nya). Kalo kamu diterima, selamat!! Selanjutnya kamu bakal diarahin sama OC President Project masing masing mulai dari tanda tangan kontrak sebagai Local Volunteer, bayar Rp.150.000, Pembagian pasangan LV-EP, dan seputar projek lainnya. Pastikan kamu masuk grup line projek yang terpilih dan dateng First LV Meeting. Stay tune aja info terkait project nya di grup itu.
Pembagian Local Volunteer (LV) - Exchange Participant (EP)
Ini nih yang biasanya aku tunggu. aku kebagian megang EP orang mana yaaa.... wkwkwk.
Biasanya pembagian LV-OC ini udah ditentuin sama OC nya. Contohnya nih pembagian LV-EP pas Malala Project Summer. Aku waktu summer dipasangin dengan EP asal Meksiko Maria dan Yuru Chen asal China. Jadi, jangan terlalu berharap pengen dapet bule kanada ato bule Perancis wkwkwk. Tapi ya.. ntah kenapa aku dua kali ikut projek pasti dapetnya yang orang Amerika Latin. Pas winter orang Brazil, pas summer orang meksiko. Mungkin diriku ditakdirkan memiliki teman Latino wkwkwk. Setiap EP punya karakter yang berbeda beda. Intinya, terimalah apa yang ada~
Contoh pembagian LV dan EP saat Malala Project Summer 2018
Timeline Project 2018
Setiap project pasti ada timelinenya bakal ngapain aja. Pas kita diterima sebagai Local Volunteer nanti, kita bakal dikasih tuh yang namanya Timeline. Karena aku keterima di Malala Project jadi aku cuma ada timeline Malala project, yaa buat gambaran bakal ngapain aja selama 6 minggu. Setiap tahun dan setiap project memiliki timeline yang berbeda beda tergantung dengan rencana dan kebutuhannya saat itu. Ini contoh timeline pas Malala Project Winter 2018
Ku bakal jabarin sedikit beberapa agenda project:
1. Welcoming dinner: Ini agenda resmi dari project dimana kita pertamakali bertemu EP lain selain EP yang dipasangin sama kita. kegiatannya perkenalan-makan makan- dan ngobrol ngobrol. Btw disini makannya bayar masing masing yah... hehe
2. Incoming Preparation Seminar: Disini sesinya sama kayak infosession pas sebelum kita interview, cuman bedanya disini kita bareng bareng sama EP dari projek lain juga. Bisa jadi ajang kenalan sama EP Projek lain dan yang penting disini kita dapet makan gratis hehehe.
3. Explore Bandung: Ya... ini kegitannya jalan jalan keliling Bandung (lebih di pusat kotanya aja sih). Biasanya pake game game gitu, dan kita sebagai LV harus mengarahkan EP kita menuju jalan yang benar. jadi usahain kita sebagai LV dah tau Bandung dulu ya guys. Minimal tempat tempat penting di Bandug dan taman taman.
4. Training for Trainee: Ini sesi dari projek masing masing. Disini para LV dan para EP diberikan pengetahuan dan bekal bekal sebelum melaksanakan projek.
5. Global Village: Ini merupakan festivalnya para EP. disini para EP memakai baju khas negaranya dan mempertunjukkan kebudayaan dari negara masing masing. Kalo beruntung, kita para LV juga ditunjuk sebagai LO dari negara tertentu. AKu waktu itu jadi LO MEXICO. Seru pokoknya!
6. Teaching: Ya... ini merupakan kegiatan khusus di Malala Project yang notabenenya terjun di dunia pendidikan.
7. Bonding: Kegitan makrab tiap projek. Dilaksanain di villa selama 2 hari 1 malam bikin kita akrab antara LV-EP-OC. Disini kita gausah bayar apa apa lagi kok.
8. Campaign and Fundraising: Kegiatan campaign dan penggalangan dana untuk project yang nantinya bakal dikasih ke tempat yang kita ajar. Biasanya dilakuin di Car Free Day atau di Alun alun.
9. Team Photo Session: Foto Studio. Usahain full team biar lengkap nanti di fotonya. Lumayan buat kenangan.
10. Educational Trip: jalan jalan bareng anak anak yang kita ajar ke suatu tempat. Misal: Museum Geologi
11. School Campaign: Disini kita dateng ke sekolah sekolah buat mengadakan penyuluhan.
12. Day off: Liburan project. Kita bisa tarik napas disini dan para EP biasanya pada caw ke Bali atau Yogyakarta. Yaaa ke destinasi destinasi wisata Indonesia pokoknya.
13. Farewell with kids: Agenda perpisahan dengan anak yang kita ajar. Moment ini yang suka bikin sedih, apalagi kalo anak anaknya udah deket banget sama kita.
14. Awarding Night: Malam pengharagaan. Biasanya diadainnya bareng sama project lain di hotel. Kegiatannya ya... makan makan, pemutaran video tiap project, sharing moment, foto foto dll. Dan di agenda ini kita biasanya pada dandan kayak prom, tapi kalo para EP sih bisanya cukup make baju yang formal. Di agenda inipun bakal diumumin siapa Best Exchange Participant dan Best Local Volunteer dari tiap tiap project. Walaupun di Hotel, tapi gak keluar biaya lagi kok.
15. Farewell with the Team: Agenda terakhir project, dimana kita membuat suatu moment dengan EP EP lain di project kita sebelum kita berpisah. Suka gak kerasa tau tau dah Farewell lagi lagi padahal kayak baru kemarin kita welcomming dinner. Kalo di Malala sih biasanya makan makan dan bayar masing masing,
Yang aku biruin itu timeline khusus yang ada di Malala Project.
Selama jadi LV ngapain aja sih?
Do LV Rules!
Ya... kalo kita jadi LV, mau ngga mau harus taat sama LV Rules ini. Tapi kalem aja kok, menurutku ngga berat berat amat rulesnya selama kita mau berkomitmen. Berikut beberapa LV Rules
- EPs arrival pick up and take them to their host family
- Be on time
- Obligated to attend in every schedule. Unless there's something urgent, you can contact OC LV d-1.
- Be active
- Solution oriented
- Be open, communicate with each other
- Show your skill (ex: Writing, Photography,etc)
- Well-dressed. No transparent, no shorties
- Do the LV Task (optional). Waktu jamanku sih disuruh cari 1 Host Family buat EP
- Do the LV Certification Task: a. Make a short story about the project
b. Make a local volunteer weekly report
c. Fill the local volunteer evaluation survey
d. Make a short video about the project
e. Submit 3 best photos during the project.
*Selama aku ikut project, buat Certification Task a,c,d,e kadang ngga dikerjain juga gapapa sih yang penting kita ngerjain weekly report. Serifikat dibagiin pas Awarding Night kalo di Malala Project. Tapi tergantung OC President nya masing masing.
Bantu Cari Host Family
Nah biasanya kalo EP nya banyak, kadang suka kekurangan Host Family. Apalagi pas summer tuh, dimana EP yang ikut biasanya banyak banget. Jadi kita sebagai LV harus bantu nyariin Host Family dengan cara bantu ngiklanin. Kalo EP nya sampe gadapet Host Family, ntar dia selama di Bandung tinggal dimana dong? wkwkwk. Ini contoh poster yang harus di share waktu itu.
Kenalan sama EP nya
Setelah kalian dipasangin siapa EP nya, nanti kalian bakal dikasih nomer whatsappnya. Nah ini tuh moment pertamakali kita chattingan sama EP. SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) itu penting gaes... perkenalkan diri kalian dan buat hingga kalian sedekat mungkin dengan EP kalian. Chat chat random laa... tanya hobi, apa dia pernah keluar negeri atau belum, tanya tentang kota asalnya, follow follow Instagram ya.. macem macem laa. Ini contoh chat pertama dengan EPku. Responnya macem macem dan sebelum chat pastiin di negaranya lagi jam berapa. Ohiya, biasanya ada barang khusus yang harus diba sama EP kayak Baju khas negaranya dan souvenir buat global village, bendera negaranya, payung dan lotion anti nyamuk. Ini benda benda penting yang wajib dibawa. Jadi..ingetin selalu EP nya buat bawa barang barang itu.
Chat pertama dengan Milena, Respon: Aku disangka Host Familynya
Chat pertama dengan Maria Jose, Respon: Pengen dipanggil Majo (Dibaca: makho)
Nah.. ini penting banget nih, selain chat chat random tanya/pastiin juga tentang visa nya, health insurancen nya, 766qwjadwal penerbangannya trus nanti dari Bandara ke Bandungnya naik apa, travel ato bus. Trus pas EPnya OTW Indonesia, tanya juga dia lagi dimana, apalagi kalo dari negara jauh kayak Brazil ato Meksiko. Wah.. itu sampe beberapa kali transit, bahkan perjalanannya hampir 2 hari. Selalu update info keberadaan EP kalian pokoknya. Ini penting guys, biar kalian ngga lost contact dan bisa mastiin kira kira EP bakal sampe jam berapa di Bandung. Nih contoh ketika EP ngasih kabar ke para LV. Biasanya kalo ngga chat, kirim foto lagi dimana
- Jadwal Keberangkatan Milena (Sao Paulo, Brazil-Jakarta, Indonesia)
Milena memberi kabar dia akan segera berangkat dari Bandara Garulhos Sao Paulo
Milena sedang di pesawat
- Jadwal keberangkatan Maria Jose (Mexico City, Meksiko-Jakarta, Indonesia)
Panjang banget kan perjalanannya... ada yang Brazil-Madrid-London-Kuala Lumpur-Jakarta, ada yang Mexico City-Los Angeles- Hongkong-Jakarta. Nah setiap si EP nya transit, usahakan agar EP selalu memberi informasi ke kalian tentang keberadaannya.
Arahkan EP menuju Bandung
Setelah EP tiba di Indonesia. Hal yang pertama kali harus kamu lakukan adalah meminta agar EP mu segera membeli simcard agar tetap dapat kontakan dengan kamu dan minta ia mengirimkan nomer indonesianya ke kamu agar kamu dapat meneleponnnya kalau diperlukan.
Setelah dia mendapat nomer barunya, arahkan ia untuk membeli tiket bus/ shuttle bus dari bandara ke Bandung. Ada banyak pilihan untuk sampai ke Bandung, biasanya yang paling favorit itu pakai Travel Xtrans, CitiTrans atau Bus Primajasa. Kalau EP kalian sudah membeli tiketnya, minta EP kalian untuk screenshoot bukti pembayarannya agar kalian bisa melihat waktu keberangkatannya dan memperkirakan kapan ia akan tiba di Bandung dan tahu dimana kalian harus menjemputnya nanti. Kalau waktu itu, EP ku Milena memakai Bus Primajasa karena sampai di Bandara Soetta tengah malam dan hanya bus Primajasa yang tengah malam tetap beroperasi. Sedangkan kalau Maria Jose, dia memilih menggunakan travel CitiTrans karena tiba di Bandara Soetta sore hari.
Jemput EP
Ini nih momen deg degan. Takut salah ngenalin muka hahaha, momen menjemput EP
Setelah menjemput EP, bisa sebentar ajak istirahat atau ngobrol ngobrol sambil kalian order Grabcar/Gocar menuju Hostfamily nya. Disinilah kalian mulai speech english.
Penghubung antara EP dan Host Family
Memastikan EP baik baik saja di host family nya
Bantu persiapan project
Jadi Translator dan membantu saat keberlangsungan project
Nemenin EP kemana mana (Kalo EP nya perlu ditemenin)
Mastiin EP pulang ke Host Familynya
Membantu Campaign& Fundraising
Membantu EP dalam mempersiapkan Global Village
Memastikan EP pulang ke negara asal
Saat EP kalian akan pulang, tanya dia naik travel apa, jam berapa dan penerbangannya jam berapa. Ya.. walaupun kalian ngga bisa nemenin sampe bandara atau sampe travelnya, tapi pastiin dia pulang ke negara asalnya dengan selamat. Chat terus laa... siapa tau dia butuh bantuan. Kalau bisa datang ke Host Family nya buat bantu dia packing dan buat say "good bye" . Dibawah ini foto EP ku, Milena saat pamitan di Host Family nya, bersiap untuk pulang ke negara asalnya, Brazil.
Always keep in touch with EP
Walaupun EP nya udah pulang, tapi kalian masih bisa keep in touch lewat Whatsapp atau lewat Instagram. Mulai dari chat basa basi nanya kabar sampe share foto buat nostalgia, mengingat lagi moment moment saat pernah bersama. Uuuh... Miss you guys. Ayo sini ke Bandung lagi... atau doakan aku yang datang ke negara kalian...
Siapatau suatu saat jadi Best Local Volunteer
Setelah EP tiba di Indonesia. Hal yang pertama kali harus kamu lakukan adalah meminta agar EP mu segera membeli simcard agar tetap dapat kontakan dengan kamu dan minta ia mengirimkan nomer indonesianya ke kamu agar kamu dapat meneleponnnya kalau diperlukan.
Setelah dia mendapat nomer barunya, arahkan ia untuk membeli tiket bus/ shuttle bus dari bandara ke Bandung. Ada banyak pilihan untuk sampai ke Bandung, biasanya yang paling favorit itu pakai Travel Xtrans, CitiTrans atau Bus Primajasa. Kalau EP kalian sudah membeli tiketnya, minta EP kalian untuk screenshoot bukti pembayarannya agar kalian bisa melihat waktu keberangkatannya dan memperkirakan kapan ia akan tiba di Bandung dan tahu dimana kalian harus menjemputnya nanti. Kalau waktu itu, EP ku Milena memakai Bus Primajasa karena sampai di Bandara Soetta tengah malam dan hanya bus Primajasa yang tengah malam tetap beroperasi. Sedangkan kalau Maria Jose, dia memilih menggunakan travel CitiTrans karena tiba di Bandara Soetta sore hari.
Jemput EP
Ini nih momen deg degan. Takut salah ngenalin muka hahaha, momen menjemput EP
Foto saat menjemput Milena di terminal bus Primajasa, Batununggal
Foto saat menjemput Maria Jose di Travel CitiTrans, Dipatiukur
Setelah menjemput EP, bisa sebentar ajak istirahat atau ngobrol ngobrol sambil kalian order Grabcar/Gocar menuju Hostfamily nya. Disinilah kalian mulai speech english.
Penghubung antara EP dan Host Family
Beberapa hal yang
berhubungan dan host family dan perlu kita ketahui saat menjadi Local
Volunteer:
1. Sebelum EP tiba,
kalian juga jangan lupa ngontakkin dulu Hostfamily nya buat mengenalin diri
kalian, memastikan alamat hostfamily nya dan juga mengabarkan kedatangan EP nya
kira kira sampai host family jam berapa.
2. Kalau bisa, survei
terlebih dahulu rumah host family nya agar kalian tidak kesasar saat membawa EP
ke hostfamily.
3. Tiba di Hostfamily,
jangan lupa kenalin diri kalian dan selalu ramah tamah atau ngobrol sama
hostmilynya.
4. Kalau kalau
Hostfamily nya kurang fasih berbahasa inggris kalian bisa jadi translator agar
mereka tetap akrab berkomunikasi, namun jangan terlalu sering agar mereka
terbiasa berkomunikasi dengan cara mereka sendiri
5. Selalu tanya
bagaimana keaadaan EP kepada Hostfamily nya, mungkin saja ada komplain atau
sesuatu dari Hostfamily tentang EPnya. Kalau misalkan ada problem, kalian bisa
bantu juga menyelesaikan masalahnya.
6. Selalu pastikan
hubungan antar EP-Hostfamily tetap harmonis, kayak EP ku yang satu ini dengan
hostfamilynya wkwkwk
Milena
(kiri) dan Hostfamily nya, Dhona (kanan)
Memastikan EP baik baik saja di host family nya
Ketika EP berada di
hostfmily dan kalian tidak berada di hostfamily nya. Jangan tetap tanya
kabarnya di hostfamily, apa yang dia lakukan disana dll. Ya.. obrolan chit chat
biar akrab juga hehehe
Bantu persiapan project
Nah... biasanya sebelum
project bakal nyiapin rencana pembelajaran atau modul buat anak anak. Biasanya
para EP yang buat bakal kayak gimana modulnya dan kamu sebagai LV bisa tanya EP
kalian bisa bantu apa. Kalo waktuku sih biasanya bantu nemenin fotocopy atau
nge print. Ini beberapa contoh modul yang dibuat EP.
Modul
Shapes untuk anak anak TK kebawah, modul untuk diwarnai
Modul
Colours untuk anak anak SD keatas
Saat project
berlangsung, biasnya anak anak yang notabenenya belum begitu lancar inggrisnya
suka bingung si bule ngomong apa. Nah... disinilah tugas kalian untuk membantu EP menjadi
translator, biar si anak anaknya pada ngerti apa yang si bule nya omongin. Jadi
kalo di project, EP-LV dana anak anak melebur bersama sama.
Suasana
mengajar di Malala Project
Nemenin EP kemana mana (Kalo EP nya perlu ditemenin)
Beberapa EP kadang ada
yang minta ditemenin kemana mana dan kadang ada juga yang mandiri. Waktu
summer, EP ku Maria Jose termasuk EP yang sangat mandiri dan ngga mau ditemenin
kemana mana sama LV nya karena dia ada geng nya bersama orang Australia dan
orang Perancis, kalau kayak gitu gapapa kalian ngga usah memaksa untuk selalu
menemani EP, asalkan kalian tetap saling kontak. Nah, saat winter EP ku Milena
termasuk EP yang selalu ingin minta ditemenin, menurutnya sih karena ia mereasa
kalau bareng Local Volunteer bisa lebih aman dan semua hal bisa lebih murah
juga wkwkwk ada ada aja alesannya. Tapi emang bener sih hahaha.
Karena Milena satu host
family dengan Chamodi jadi kita kemana mana bertiga. Mau ga mau harus make
mobil kalo kemana mana, biasanya kita pake go car atau grabcar tergantung yang
murah yang mana, apalagi kalau ada promo wkwkwk. Dan... mereka sangat baik,
karena saat aku menemani mereka, aku tidak perlu ikut patungan membayar
transportasi. Yaa... ngga semua EP kayak gitu sih... tergantung keberuntungan
kalian dapat EP seperti apa hehehe
Foto saat
menemani Milena dan Chamodi ke suatu tempat
Setiap hari pastikan EP
pulang ke Host Family nya. Bisa tanya EP nya langsung atau tanya Host
Familynya. Kalau misalkan EP akan pulang telat atau tidak akan pulang ke host
family karena ada sesuatu, pastikan EP kalian sudah memberitahu hostfamily nya
agar hostfamilynya tidak kebingungan kenapa EP nya belum pulang pulang.
EP ku,
Milena bersama Cham bahwa mereka sudah pulang dan bersiap tidur.
(EP ku
yang satu ini emang seneng ngirim foto selfie nya sih)
Membantu Campaign& Fundraising
Campaign& Fundraising
ini merupakan event ketika kita mencari dana/donasi untuk project yang sedang
kita jalankan. Karena malala bergerak di bidang pendidikan, maka malala mencari
dana untuk pendidikan. Biasanya dilakuin di Car Free Day( CFD).
Kasarnya sih, EP nya bakal ngelakuin apa di CFD biar orang orang mau
mendonasikan uangnya. Uang yang didapat nantinya akan diberikan ke lembaga
pendidikan yang bekerjasaman dengan Malala Project
Box
untuk donasi pendidikan yang dibuat untuk Campaign&Fundraising Malala
Project Winter
Foto Campaign&
Fundraising Malala Project Summer
Foto EP
saat Campaign& Fundraising Malala Project Summer
Membantu EP dalam mempersiapkan Global Village
Global Village merupakan
festival para EP dimana festival ini terbuka untuk umum dan ada tiket masuknya.
Biasanya LV dan Hostfamily tidak perlu membayar tiket masuk, karena masih
bagian dari Project. Di Global Village ini biasanya para EP akan menggunakan
baju khas negaranya, menampilkan performance tertentu dan menjajakan makanan
atau souvenirnya (Beberapa souvenir ada yang boleh dibawa pulang). Disini
biasanya kalian membantu EP kalian buat nyiapin Global Village. Misalnya saat
global Village para EP disuruh datang pukul 6. Nah.. kalian sebagai LV
harus bisa mastiin EP nya ngga telat bangun dan bisa tiba disana pukul 6.Ingatkan
juga tentang barang barang yang harus/akan mereka bawa untuk Global village
agar tidak ada yang tertinggal.
Berbeda dengan winter
project, saat Summer project para LV ditunjuk menjadi LO juga. Saat itu aku
ditunjuk menjadi LO Mexico. Beberapa hal yang harus dilakukan seorang LO:
1. Mengumpulkan data EP
dari semua project, buat group bila EP nya lebih dari 1 orang.
2. Pastiin EP mau tampil
apa dan bakal ada apa aja di standnya.
3. Pastikan pakaian EP
untuk Fashion Show
4. Follow up data
performance EP
5. Kirimkan file yang
dibutuhkan seperti musik/video ke Logistik Global Village
Waktu itu karena aku LO
Mexico jadi aku membuat group yang isinya aku,6 orang Mexico dan 1 orang El
Savador (karena ia ingin bergabung dengan Mexico yang sama sama latin).
Kebayang tuh group nya, yang awalnya kubuka pake bahasa inggris dan kesana nya
pake bahasa latin semua, Google Translate will very helpfull here
hahaha.
Stand
Brazil saat Global Village Winter
Malala
Project di Global Village Summer
Memastikan EP pulang ke negara asal
Saat EP kalian akan pulang, tanya dia naik travel apa, jam berapa dan penerbangannya jam berapa. Ya.. walaupun kalian ngga bisa nemenin sampe bandara atau sampe travelnya, tapi pastiin dia pulang ke negara asalnya dengan selamat. Chat terus laa... siapa tau dia butuh bantuan. Kalau bisa datang ke Host Family nya buat bantu dia packing dan buat say "good bye" . Dibawah ini foto EP ku, Milena saat pamitan di Host Family nya, bersiap untuk pulang ke negara asalnya, Brazil.
Always keep in touch with EP
Walaupun EP nya udah pulang, tapi kalian masih bisa keep in touch lewat Whatsapp atau lewat Instagram. Mulai dari chat basa basi nanya kabar sampe share foto buat nostalgia, mengingat lagi moment moment saat pernah bersama. Uuuh... Miss you guys. Ayo sini ke Bandung lagi... atau doakan aku yang datang ke negara kalian...
Best moment with Maria Jose, EP asal Meksiko saat Malala Project Summer
Best moment with Milena Ribeiro, EP asal Brazil saat Malala Project Winter
Siapatau suatu saat jadi Best Local Volunteer
Tips terkahir dariku
sebelum menjadi Local Volunteer adalah lebih baik kalian menabung dulu karena
pengalamanku saat menjadi Local Volunteer, uang keluar 2x lipat dari biasanya
dalam sebulan.
Sekian Sharing dariku,
semoga bermanfaat buat kalian kalian yang ingin atau bakal jadi Local
Volunteer. Terlihat berat sih karena banyak hal yang harus dilakukan tapi
ringan kok kalo dijalaninnya dengan enjoy sambil menikmati hari hari bersama EP
kalian. Dijamin seru deh dan bakal dapat banyak pengalaman.
Semangat!!!!
Let's make international relationship!






























Komentar
Posting Komentar