-Hari
kedua ini mungkin hari terakhirku untuk pulang bersamanya-
Entah apa yang Lia pikirkan
tentang hari ini, pokoknya ia harus memiliki kesan yang bagus dengan Alif. Lia
pun bersiap siap dengan memakai baju vintage-nya
yang ia pinjam dari adik perempuannya.
“Yu.. teteh pinjam baju, yaa!!!” teriak Lia pada adiknya.
“Yu.. teteh pinjam baju, yaa!!!” teriak Lia pada adiknya.
Setelah sarapan, Lia pun
berangkat dengan harapan hari ini adalah hari yang mengesankan untuknya. Lia
pun sempat meminta Alif untuk pulang bersama sebelumnya. Awalnya Alif berkata
ia tidak bisa pulang bersama Lia karena Alif akan pergi ke sekolah menggunakan
sepeda. Tapi akhirnya Alif pun memenuhi keinginan Lia.
“Kenapa Alif jadi baik seperti ini ya? Jangan jangan hari ini memang hari terakhirku pulang bersamanya? Ah sudahlah, syukur-syukur Alif mau pulang bersamaku” gumam Lia.
“Kenapa Alif jadi baik seperti ini ya? Jangan jangan hari ini memang hari terakhirku pulang bersamanya? Ah sudahlah, syukur-syukur Alif mau pulang bersamaku” gumam Lia.
Hari ini juga hari pembagian rapor. Lia pun hari ini berangkat bersama bapaknya naik motor.Tiba di sekolah Lia pun segera mununjukkan bapaknya jalan ke Aula Baru, setelah itu Lia pergi ke lokasi festival. Lia pun mencari Alif, melihat lihat ke sekitar tapi Alif masih belum datang. Beberapa menit setelah Lia duduk di belakang stand, Alif pun datang dengan kaos putihnya. Tetapi setelah Alif menaruh tasnya di samping Lia, ia pun membuka restsleting tasnya dan mengambil kemejanya. Alif pun memakai kemejanya tepat disamping Lia.
“Kenapa ganti Lif?”tanya Lia
“Tadi cuma nemenin Dinar pake
kaos putih ko” jawab Alif
“oh...” jawab Lia
Ya.. percakapan garing itu selalu
terjadi semenjak semester dua. Padahal saat semester satu Alif sangat akrab
dengan Lia. Alif selalu mengajak pulang Lia sepulang sekolah, menonton anime bersama dengan gaya satu headset berdua-nya. Tapi saat
semester dua, Alif bahkan seperti menjauh dari Lia, dia tidak pernah mengajak
Lia pulang lagi dan malah menjadi sebaliknya,Lia dulu yang harus mengajak Alif
pulang. Tapi bagi itu tidak masalah selama Lia masih bisa pulang bersama Alif
dan berkomunikasi kepadanya.
“Ah sial aku ga bawa kamera”
gerutu Lia ngomong sendiri.
Jadi hari kedua ini Lia tidak
memotret apapun. Yang asik memotret adalah teman-temannya.Ini beberapa hasil foto
jepretan teman temannya yang berhasil Lia minta.
![]() |
| apa yang kau lihat? |
![]() |
| cowok cowok yang numpang eksis |
![]() |
| antara galau dan bosen (jangan jangan mereka korban NTR) |
![]() |
| penampilan dari kelas |
![]() |
| ada penyusup saat festival. siapa dia?? |
![]() |
| bla bla bla (bingung ngomong apa) |
![]() |
| time for girls.... |
| siapa dia? oh.. itu ... |
Hari kedua festival sekolah berlangsung
terasa membosankan bagi Lia. Sampai siang tiba, tiba tiba teman teman Lia
membawakan tiga box pizza untuk teman-teman sekelas. Semua mendapat masing
masing satu potong pizza.
![]() |
| Saat makan pizza |
![]() |
| makan pizza dan foto pizzanya (bisi penasaran) |
Setelah Lia memakan potongan
pizzanya. Teman teman Lia pun pulang satu persatu. Lia pun merasa ingin pulang,
tapi Lia telah berencana untuk pulang bareng Alif dan nampaknya Alif masih
betah di sekolah. Ditengah kebosanan,
tiba-tiba Lia melihat Gabby menangis. Lia pun mendekati Gabby
“Gabby, km kenapa??” tanya Lia
lembut
“Aku sedih, kita bakal pisah hiks
hiks” jawab gabby tersedu sedu
“Gab, aku tahu kelas kita kemungkinan bakal
diacak, tp kita kan masih bisa bertemu. Kamu masih bisa menemuiku sesekali di
perpustakaan, web atau di bazar, lagipula kan masih ada eskul. Kamu masih bisa
menemui Alif,Azka,Tias dan Ardji disana. Sisanya kita masih bisa ketemu dan
saling sapa. Kita kan masih satu sekolah” Lia pun menjawab seraya mulai
menitikkan air mata.
“Iya kamu bener Li, kita kan
masih bisa bertemu. Tapi gatau kenapa aku sedih banget Li” jawab Gabby mulai
tenang.
Tak terasa Festival telah
selesai. Disini partisipasi Lia pun dimulai. Lia ikut membantu membereskan stand kelasnya sampai benar benar bersih
dan hanya tersisa kantong kresek sampah. Semua hasil karya yang tidak dibawa
pulang, disimpan Lia ke kelas. Lia sibuk bolak balik ke kelasnya sekalian
mengucapkan selamat tinggal kepada kelasnya karena Lia tidak akan menempati kelas
itu lagi.
Setelah Lia selesai membantu
Gabby membawakan property nya yang
begitu banyak ke depan gerbang. Lia pun kembali ke koridor untuk menemui Alif.
-inilah
saat untuk pulang bersamanya-










Komentar
Posting Komentar